Sabtu, Maret 14, 2009

Peran Lembaga “Intermediasi” (?)

Beberapa rekan sering bertanya sebenarnya apa peran intermediaries itu. Sebagian pernah mengusulkan intermediary (-ries) diterjemahkan sebagai “intermediasi” saja. Jadi, untuk menyederhanakan saya gunakan istilah peran intermediasi untuk istilah intermediary (-ries) dalam konteks ini.
Untuk memudahkan pemahaman tentang lembaga yang memiliki peran intermediasi saya menggunakan kerangka sistem inovasi. Dalam diskusi-diskusi sebelumnya (lihat misalnya di sini), saya berulangkali menjelaskan tentang sistem inovasi. Kali ini, peran intermediasi kita fokuskan pada lembaga yang menjalankan aktivitas penelitian, pengembangan dan perekayasaan (litbangyasa) teknologi misalnya seperti BPPT [Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi].
Pada prinsipnya, lembaga litbangyasa teknologi yang menjalankan peran intermediasi adalah mereka yang memfasilitasi hubungan, keterkaitan, jejaring, kemitraan antara dua pihak atau lebih dalam rangka litbangyasa teknologi dan reformasi kebijakan terkait.


Peran ini tentu sangat penting. Perkembangan atau kemajuan iptek, inovasi dan difusinya serta pembelajaran dalam masyarakat tidak mungkin terjadi dalam keterisolasian. Interaksi yang saling mendukung antara banyak pihak sangat diperlukan. Mereka, baik individu maupun lembaga yang melakukan intermediasi dengan baik inilah yang membantu koneksi antarpihak, bisa berfungsi sebagai katalis sekaligus bekerja sesuai kompetensinya dalam jejaring banyak pihak sehingga terjadi proses sosial yang produktif dalam sistem inovasi.
Mudah-mudahan penjelasan singkat ini dapat bermanfaat.
Salam.

17 comments:

umi rina 18 Maret 2009 08.18  

Soal peran lembaga intermediasi ini, apakah tidak lebih memperpanjang jalur 'birokrasi' ya Pakde?

ofa ragil boy 18 Maret 2009 09.58  

lam kenal dulu,
kunjungan pertaman

salam ngeblog

sigit 18 Maret 2009 11.35  

Intermediasi mungkin seperti peran bank, sebagai lembaga penghubung..., mungkin perlu juga sih, salam

Pakde 19 Maret 2009 07.10  

@ Umi Rina : intermediasi justru memudahkan untuk "menyambung" yg belum tersambung. Jika sdh tersambung baik tanpa intermediasi, ya tidak perlu.
@ Ofa ragil boy : salam kenal kembali
@ Orb7 : sami2
@ Sigit : Oks, dlm arti menghubungkan yg punya uang dengan yg membutuhkan . . .

Lyla 23 Maret 2009 10.33  

wah postingannya berat pakde hehehe...

Pakde 24 Maret 2009 22.54  

@ Mbak Lyla : masak sih mbak? itu sdh saya potong2 habis lho . . .

hero-bussiness 28 April 2009 14.52  

Nice blog with powerful articles

Roronoa Zoro 11 Juni 2009 23.42  

Keren BOs postingannya, Salam KEnal Yah..
my blog
articles

sang pendekar 16 November 2009 16.21  

terima kasih untuk artikelnya. pas banget untuk bahan kuliah saya.

oia, jangan lupa mampir ke sini ya...

Kristanto 17 Maret 2010 08.02  

Salam kenal dari Business Innovation Center.

kia,  10 Juni 2010 10.30  

Nice blog with powerful articles...

Rakyat Indonesia Bicara 8 Juli 2010 17.02  

Salam Indonesia,
Saya blogger Tangerang... Link blog ini telah terpasang di blog saya... Jika berkenan, harap kesediannya untuk tuker link

Purno 4 Februari 2011 09.59  

gmn peran intermediasi dalam pembentukan suatu klaster indusri?

tks atas jwbnnya...
-salam//putra

Harry 5 Maret 2012 16.01  

Hi, Nice post! Would you please consider adding a link to my website on your page. Please email me back.

Thanks!

Harry
harry.roger10@gmail.com

ARTIKEL TERAKHIR

KOMENTAR TERAKHIR

Creative Commons License
Blog by Tatang A Taufik is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 United States License.
Based on a work at sistem-inovasi.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://tatang-taufik.blogspot.com/.

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP